Another Templates

Selasa, 28 Desember 2010

Ratusan Penjahat China Tersebar di Dunia


Perkembangan ekonomi di China juga dibarengi oleh banyaknya para penjahat ekonomi.
Selasa, 28 Desember 2010, 16:46 WIB
Elin Yunita Kristanti, Denny Armandhanu
Ilustrasi penjahat  
BERITA TERKAIT
VIVAnews -- Ratusan tersangka kejahatan finansial seperti penipuan dan penggelapan uang di China telah melarikan diri keluar negeri dan bersembunyi di beberapa negara. Mereka lihai memanfaatkan negara-negara yang tidak mempunyai perjanjian ektradisi dengan China.

Menurut laman Associated Press, Selasa, 28 Desember 2010, perkembangan ekonomi di China juga dibarengi oleh banyaknya para penjahat ekonomi. Dilaporkan setiap hari terdapat pegawai-pegawai negara yang mencuri hingga total jutaan dolar dari kantor atau perusahaan pemerintah.

Kepala divisi kejahatan ekonomi di Kementerian Keamanan Publik, Meng Qingfeng, mengatakan bahwa sedikitnya terdapat 580 buronan pelaku pengumpulan uang ilegal, penipuan pinjaman bank, setoran ilegal ke luar negeri dan kontrak palsu yang bersembunyi di luar negeri.

Kebanyakan dari buronan tersebut melarikan diri ke Amerika Utara atau Asia Tenggara.

Hambatan terbesar dari penangkapan para penjahat itu adalah tidak adanya perjanjian ekstradisi antara China dengan banyak negara. Meng Melaporkan bahwa China hanya mempunyai perjanjian ekstradisi dengan 37 negara.

“Yang terpenting adalah mencegah para tersangka kabur ke luar negeri sambil berusaha meningkatkan kerjasama yudisial dengan banyak negara untuk menyeret para penjahat pulang,” ujar Meng.

Meng mengatakan bahwa pemerintah China telah menahan lebih dari 250 buronan dari 20 negara sejak tahun 2006, namun perbedaan sistem peradilan tiap-tiap negara sedikit menghambat usaha tersebut.

Buronan China paling terkenal adalah Lai Changxing, yang kabur ke Kanada 10 tahun lalu. Dia didakwa karena mengepalai jaringan yang menyelundupkan barang-barang senilai miliaran dolar ke China di bawah perlindungan pejabat China yang korup.

Saat ini dia tengah membela dirinya di pengadilan Kanada dengan mengatakan bahwa dia akan disiksa dan dihukum mati jika dikembalikan ke China. Proses ekstradisi sampai saat ini oleh pemerintah Kanada masih terus diusahakan, namun keputusan tetap berada di tangan pengadilan. (hs)
• VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar