Another Templates

Senin, 24 Januari 2011

WikiLeaks: Politisi AS Ingin SBY Raih Nobel


Presiden SBY (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Seorang anggota parlemen (Kongres) Amerika Serikat (AS) pernah menginginkan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai kandidat peraih penghargaan Nobel Perdamaian pada 2006. Anggota Kongres itu menyarankan pemerintah Belanda agar mendukung nominasi itu dengan mengirimkan surat rekomendasi kepada yayasan Nobel.

Keinginan itu tertuang dalam memo diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Den Haag, Belanda, yang bocor di laman WikiLeaks, yang dimuat pada 20 Januari 2011. Memo tersebut merangkum percakapan antara anggota kongres AS, Robert Wexler, yang berkunjung ke Belanda pada Maret 2006 dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Belanda saat itu, Bernard Bot.

Dalam memo tertanggal 30 Maret 2006 itu, Wexler dan Bot membicarakan beberapa hal, diantaranya adalah masalah pemilu Iran, Palestina dan Israel, Indonesia dan Irak. Pada pembicaraan mengenai Indonesia, Wexler mengatakan bahwa dia telah menominasikan SBY sebagai peraih Nobel perdamaian dan  meminta Belanda untuk membantunya.

“Wexler mengatakan bahwa Bot akan menominasikan Presiden Yudhoyono sebagai peraih penghargaan Nobel dan, dengan sedikit bercanda, Wexler meminta Bot untuk menuliskan surat dukungan atas nominasi itu,” tulis memo tersebut.

Bot lahir di Jakarta pada masa kependudukan Belanda tahun 1937. Bot juga sedikitnya setahun sekali mengunjungi Indonesia. Wexler menilai Bot adalah orang yang tepat untuk memberikan masukan seputar hubungan AS dengan Indonesia.

“Bot menyarankan Indonesia harus diberikan perhatian lebih karena merupakan negara Muslim terbesar di dunia,” tulis memo.

Bot mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang stabil, pro-barat dan demokratis. Kemajuan yang signifikan di beberapa bidang di Indonesia, ujar Bot, dapat menjadikan Indonesia saingan berat China, India dan Pakistan di regional Asia. Namun, terdapat beberapa hal yang terlebih dahulu harus dibenahi.

“Dia mengatakan Indonesia memiliki permasalahan dalam pemerintahan yang harus terlebih dahulu diatasi, dan penting bagi Indonesia untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya,” ujar memo tersebut.

SBY sebagai mantan jenderal, ujar Bot, adalah sosok yang disukai dan dipercaya yang dapat memenuhi tantangan-tantangan itu.

Berita nominasi SBY sebagai peraih penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2006 sempat ramai dibicarakan oleh media kala itu. Dia dinominasikan oleh Wexler karena dinilai sukses dalam mendamaikan antara pemerintah dan Gam. SBY juga dinilai dapat menanggulangi dampak buruk flu burung dan menangani bencana tsunami Aceh.

0 komentar:

Poskan Komentar